Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Yono Suherman mengaku optimistis jika bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tetap mengalir.
Hal itu disampaikan Yono Suherman, saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, pada Selasa (21/4/2026).
“Terkait bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kaltim, saya tetap yakin ya bantuan tersebut akan tetap diberikan. Untuk 2027, Kota Balikpapan kami harapkan tetap mendapatkan bantuan keuangan tersebut,” kata Yono Suherman.
Menurut politikus Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Balikpapan tersebut, saat ini terdapat sejumlah usulan proyek prioritas yang sangat membutuhkan dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kaltim.
Usulan tersebut, terang Yono Suherman, berasal dari aspirasi masyarakat yang telah disampaikan kepada Wali Kota Balikpapan pada sebuah kegiatan.
“Adapun usulan yang disampaikan warga Balikpapan melalui Wali Kota diantaranya progam penanganan banjir, rekonstruksi ruas jalan, perbaikan drainase, serta pembangunan infrastruktur di sektor pendidikan dan kesehatan,” ujar Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan tersebut.
Terhadap Pemerintah Kota Balikpapan, Yono Suherman juga sangat berharap usulan tersebut akan tetap diakomodasi oleh Pemerintah Provinsi Kaltim, mengingat urgensinya terhadap pembangunan daerah.
“Pembangunan Kota Balikpapan ini sangat penting karena menyangkut kebutuhan serta kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, kami mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk terus berkoordinasi dengan anggota DPRD Provinsi Kaltim dari daerah pemilihan Balikpapan agar dapat menjembatani pembiayaan pembangunan melalui bantuan keuangan Provinsi Kaltim tersebut.
“Langkah ini bagi kami sangat penting agar program pembangunan strategis di Kota Balikpapan tetap berjalan sesuai rencana pada 2027 mendatang,” tutup Yono Suherman.
Seperti diketahui, wacana penghentian bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kaltim akibat adanya pemangkasan transfer ke daerah dari Pemerintah Pusat, membuat masyarakat Kota Balikpapan gelisah. Pasalnya, jika penghentian bantuan keuangan tersebut benar-benar diterapkan, dapat dipastikan semua program pembangunan di Balikpapan akan terhambat.
Poniran | Adv











Comment