Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Kerusakan badan jalan di kawasan Jalan AW Syahrani Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik mengatakan, pihaknya mengaku prihatin dan sangat menyayangkan rusaknya badan jalan di kawasan Jalan AW Syahrani, tepatnya di lingkungan Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara.
Pasalnya, hingga saat ini kondisi badan jalan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dan sangat membahayakan bagi pengendara kendaraan yang melintas di kawasan tersebut, namun tak kunjung diperbaiki.
“Sudah tadi ditanggapi Pak Wali. Perbaikan kerusakan jalan itu harus segera dilakukan. Jangan menunggu anggaran perubahan tahun 2026, maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2027,” kata Japar Sidik, ditemui wartawan di ruang fraksi gabungan PKS-PPP Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Kamis (2/4/2026).
Jangan menunggu APBD Murni 2027, menurut Japar Sidik, perbaikan jalan itu jika menunggu di APBD Perubahan 2026 saja, itu sudah lambat. Karena, perbaikan badan jalan di kawasan tersebut dirasakan sudah sangat mendesak.
“Makanya tadi saya sampaikan ke Pak Wali Kota di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota,” tandasnya.
Jadi, lanjut Japar Sidik, perbaikan tersebut harus segera dilakukan dan jangan menunda-nunda lagi pengerjaan perbaikan jalan tersebut. Jika dilakukan di tahun 2026 ini, dirinya minta kejelasan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan pengerjaannya perbaikan itu di bulan berapa.
“Itu kalau tiga bulan lagi tidak dikerjakan hancur jalannya. Lubangnya tambah besar. Maksud saya, jalanan tersebut dilakukan penambalan dengan metode-metode khususnya atau jangan sampai salah metode tambalnya,” ungkap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Japar Sidik juga memberikan masukan agar saat melakukan penambahan di lokasi rusaknya badan jalan tersebut, dilakukan pemasangan pipa 4 inc untuk mengalirkan air limpahan dari drainase sisi sebelah jalan yang menggenangi badan jalan yang diduga menjadi penyebab rusaknya jalan tersebut.
“Kalau menurut saya, buatkan dulu saluran air dari pipa 4 inc untuk memindahkan air yang dari drainase kanan jalan ke kiri yakni sebelah kanan dari arah Somber ke arah Soekarno Hatta. Nah biasanya, beberapa hari sekali itu air disedot, dan itu adalah pekerjaan sia-sia menurut saya,” ungkapnya.
Karena, kata Japar Sidik, jika turun hujan, air akan kembali menggenangi badan jalan tersebut. Mengingat kondisi badan jalan tersebut posisinya lebih rendah dari drainase yang ada hingga menyebabkan genangan air di lokasi tersebut. Jika dilalui kendaraan setiap hari, dipastikan badan tersebut akan kembali mengalami kerusakan.
“Saya ini meninjau langsung ke lapangan. Jadi saya tahu semua. Yang parahnya, tidak ada buangan pada saat air itu tergenang di lengkungan badan jalan karena terganggu dengan keberadaan trotoar. Untuk mengatasinya, salah satunya ya harus dibuka trotoarnya,” ujar Japar Sidik.
“Kami berharap, perbaikan badan jalan tersebut bisa segera dilakukan agar arus lalu lintas di kawasan itu lancar. Jangan sampai menunggu ada korban meninggal dunia akibat celaka di lokasi rusaknya jalan tersebut, baru dilakukan perbaikan,” pungkasnya.
Poniran | Adv








Comment