Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengakui bahwa pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat pada tahun 2026 akan berdampak langsung terhadap pembangunan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan pemotongan anggaran tersebut berpotensi menghambat berbagai agenda kerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk OPD yang menjadi mitra Komisi IV.
“Pemangkasan TKD yang cukup besar ini pasti berdampak pada seluruh OPD terkait. Bahkan DPRD Kota Balikpapan juga ikut terdampak,” ujar Gasali saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (25/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa meski terjadi pengurangan anggaran, pemerintah daerah tetap wajib memenuhi mandatory spending, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan yang tidak boleh berada di bawah 20 persen. Hal ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan anggaran.
Namun demikian, menurut Gasali, pemerintah daerah sudah mulai membahas langkah efisiensi, termasuk memangkas kegiatan yang bersifat seremonial dan hal-hal lain yang tidak mendesak.
“Yang penting adalah pembangunan fisik yang menjadi prioritas. Kami berharap program-program prioritas tetap bisa dipertahankan dan dilaksanakan pada 2026 mendatang,” katanya.
Gasali mengakui bahwa sejumlah rencana pembangunan berpotensi tertunda akibat berkurangnya anggaran TKD. Namun proyek-proyek vital seperti infrastruktur pendidikan dan layanan kesehatan dipastikan tetap dilanjutkan karena menjadi kebutuhan mendesak.
“Harapan kami program-program prioritas ini tidak ikut terdampak. Saat ini masih perlu pembahasan dan finalisasi. Mungkin dalam minggu-minggu ini pembahasan akan dilakukan,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Balikpapan menghadapi pukulan telak menyusul kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Proyeksi pendapatan transfer yang semula mencapai Rp 2,25 triliun pada APBD 2026 kini terjun bebas menjadi Rp 1,36 triliun atau kehilangan hampir Rp 1 triliun.
Poniran | Adv









Comment