
Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Harga sayuran terong ungu di pasar tradisional di kawasan Balikpapan Barat, yakni Pasar Pandansari mulai merangkak naik pada minggu ketiga November 2025.
Kenaikan ini dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu di sejumlah daerah penyuplai sayuran, seperti Banjarmasin, Sulawesi, dan Jawa.
Zainul, salah satu pedagang di Pasar Pandansari, mengatakan bahwa kenaikan harga terong terjadi dalam dua hari terakhir. Kenaikan terjadi Rp15 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga terong ungu di Pasar Pandansari Balikpapan ini hanya Rp12 ribu per kilogram.
“Harga terong naik dalam dua hari pekan ini. Sebelumnya harganya Rp12.000 naik menjadi Rp15.000 per kilogram,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Senin (24/11/2025).
Ia menyebutkan, lonjakan harga terong ungu tersebut membuat omzet penjualan menurun karena daya beli masyarakat melemah. Warga yang awalnya ingin membeli terong ungu, akhirnya mengurungkan niatnya dan beralih ke sayuran lainnya.
“Omzet kita jadi menurun karena pembeli berkurang. Konsumen rata-rata memilih sayuran yang harganya masih stabil. Untuk modal meningkat, tapi laba justru menurun,” jelasnya.
Menurut Zainul, cuaca buruk di daerah penghasil seperti Banjarmasin dan Palu menjadi penyebab utama kenaikan harga. “Cuaca menjadi salah satu faktor kenaikan harga dari daerah penghasil. Petani tidak bisa panen maksimal, bahkan ada yang gagal panen,” tambahnya.
Berbeda dengan terong, harga jagung rebus disebut masih stabil. Jagung tersebut dijual Rp10.000 per bungkus berisi tiga hingga empat butir dan disuplai dari Banjarmasin serta Samarinda.
Salah satu pembeli, Imey, mengaku kaget saat mengetahui harga terong mulai naik. Biasanya ia membeli dengan harga Rp10.000–Rp12.000 per kilogram. “Agak kaget setelah tahu harga terong naik. Tadinya mau beli banyak untuk keluarga di rumah, tapi tidak jadi. Saya beli secukupnya saja,” ungkapnya.
Fauzi | Nur










Comment