by

Ibadah Umroh Dibuka, Kemenag RI: Kami Masih Berkoordinasi

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Arab Saudi resmi membuka pintu bagi jemaah asal Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci Makkah. Namun, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), masih melakukan koordinasi.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), H. Saiful Mujab, MA mengatakan, Arab Saudi saat ini memang sudah membuka ibadah umroh, khususnya bagi jemaah asal Indonesia.

“Bahkan dari negara-negara lain, seperti Indonesia sudah. Bagi Indonesia ini sudah mulai, tapi kita kan terus berkomunikasi dalam rangka mengatur teknisnya,” kata Saiful Mujab, ditemui wartawan usai menerima penghargaan dari Pemkot Balikpapan di Embarkasi Haji Balikpapan, Sabtu (16/10/2021).

Saat ini, tambah Saiful Mujab, di Kementerian Agama sudah ada tim krisis haji dan umrah dalam rangka mengatur teknisnya, seperti mau membuka PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dalam dunia pendidikan. Tetapi, untuk melakukan PTM perlu menyiapkan segala sesuatunya.

“Jadi umroh dibuka, tapi kita perlu menyiapkan teknis-teknisnya. Pertama, dari segi vaksin, segi sertifikatnya, agar bisa menyambung dengan yang di sini, PeduliLindungi nyambung dengan Tawakkalna,” tambahnya.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), H. Saiful Mujab, MA memberikan keterangan saat ditemui wartawan di Embarkasi Haji Balikpapan, Sabtu (16/10/2021).

Menurut Saiful, sekarang masih terus dibicarakan terkait pelaksanan ibadah umroh bagi masyarakat Indonesia. Pihaknya juga terus koordinasi dengan Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri agar teknis-teknis ini bisa terus tercapai hingga nanti memudahkan jamaah.

“Berapa hari harus karantinanya, yang kedua nanti di sana seperti apa. Ini kan terus kita bicarakan. Insyallah, doakan aja semoga dalam waktu dekat, semoga kita bisa terus mengirim jemaah umroh,” tukasnya.

Bahkan, terang Saiful, umroh itu kalau bisa mau 1 pintu supaya nanti PCR-nya jelas, karantinanya jelas, terkoneksi dengan baik sehingga tidak terkontaminasi dengan orang-orang lain atau masih bertemu dengan yang lain.

Terkait kuota jemaah umroh yang bisa dikirim ke Arab Saudi, dia menjelaskan, sampai saat ini jatah tersebut belum ada. Pihaknya belum mengatur tenis berapa kira-kira jemaah umroh yang bisa dikirim.

“Nanti akan ada kesepakatan dengan Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan sebagainya untuk membicarakan teknis-teknisnya agar bisa tercapai. Kita berusaha semoga tahun ini bisa memberangkatkan jemaah umroh Indonesia karena umroh ini ditangani oleh travel,” tutupnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed