Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Guna menjaga kenyamanan masyarakat saat berkunjung ke pasar tradisional, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan melalui masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), melakukan aksi bersih-bersih bertajuk Jumat Bersih di sejumlah pasar.
Kepala Disdag Kota Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan, program Jumat Bersih merupakan inisiatif rutin yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Balikpapan, termasuk di lingkungan pasar dan kantor pemerintahan, untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
“Untuk di lingkungan Dinas Pedagangan Kota Balikpapan, kami melaksanakan Jumat Bersih dengan melakukan Jumat Bersih tersebut di sejumlah pasar tradisional di Kota Balikpapan,” kata Haemusri, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, program Jumat Bersih di sejumlah pasar tersebut di laksanakan masing-masing UPTD pasar, seperti UPTD Pasar Pandansari di kawasan Balikpapan Barat, Pasar Klandasan di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Balikpapan Kota, serta UPTD Pasar Sepinggan, di Jalan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan.
“Ada tiga pasar tradisional yang melaksanakan Jumat Bersih ini, yakni UPTD Pasar Pandansari Balikpapan Barat, UPTD Pasar Klandasan Balikpapan Kota, dan UPTD Pasar Sepinggan Balikpapan Selatan,” jelasnya.
Menurut Haemusri, pasar harus selalu dijaga kebersihannya karena merupakan pusat interaksi banyak orang yang berpotensi menjadi sarang kuman dan penyakit jika kotor. Menjaga kebersihan pasar, terutama pasar tradisional, terang Haemusri, sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, serta meningkatkan daya saingnya dibandingkan pasar.
Ia menegaskan, alasan utama mengapa kebersihan pasar selalu dijaga karena menyangkut kesehatan masyarakat dan sanitasi pasar. Kemudian, kenyamanan pedagang dan pembeli, meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing.
“Yang terpenting adalah pengubah stigma pasar tradisional serta kebersihan pasar tradisional tersebut menjadi tanggung jawab bersama,” kata Haemusri.
Haemusri juga menjabarkan terkait program Jumat Bersih di lingkungan pasar tradisional tersebut. Hal yang penting dari kegiatan itu adalah kesehatan masyarakat dan sanitasi, yakni pasar yang kotor dapat menimbulkan bau tidak sedap, genangan air, dan sampah menumpuk, yang memicu timbulnya lalat dan kuman penyakit. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari bahan pangan (terutama daging dan sayuran) yang membahayakan konsumen.
“Kenyamanan pedagang dan pembeli, yakni suasana pasar yang bersih, rapi, dan aman akan meningkatkan kenyamanan semua orang yang beraktivitas di dalamnya. Lalu, pasar yang bersih akan meningkatkan daya tarik, sehingga lebih banyak pembeli datang dan meningkatkan pendapatan pedagang. Ini membantu pasar tradisional bersaing dengan supermarket atau pasar modern,” tutur Haemusri.
Selain itu, ungkap Haemusri, Jumat Bersih yang dilaksanakan masing-masing UPTD pasar tradisional ini tak lain juga untuk mengubah stigma pasar tradisional, yang selama ini dianggap bahwa pasar tradisional kondisi jorok dan tidak sehat.
“Banyak masyarakat menganggap pasar tradisional jorok. Dengan kebersihan yang terjaga, stigma ini dapat diubah, sehingga citra pasar tradisional meningkat. Kebersihan pasar adalah tanggung jawab kolektif antara pengelola pasar, pedagang, dan pembeli agar aktivitas ekonomi berjalan lancar,” katanya.
“Secara keseluruhan, kebersihan pasar berpengaruh langsung terhadap kesehatan publik dan keberlangsungan ekonomi para pedagang serta masyarakat di sekitarnya,” tutup Haemusri. (*/zi/Adv Diskominfo Balikpapan)











Comment