Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Kerusakan pada lintasan jogging track di kawasan Stadion Batakan, Balikpapan Timur, kembali memicu kekecewaan publik. Fasilitas olahraga yang baru selesai dikerjakan kurang dari satu bulan tersebut terlihat mengalami kerusakan di sejumlah titik, memunculkan sorotan dari masyarakat hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adi Negara, menilai kondisi ini sebagai bukti lemahnya pengawasan serta buruknya kualitas pengerjaan. Ia menegaskan perlunya langkah cepat untuk memastikan penyebab kerusakan dan pihak yang bertanggung jawab.
“Pengawasan harus dilakukan secara serius oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kota Balikpapan selaku pemberi kerja. Kami akan melakukan sidak ke lapangan untuk mengetahui kondisi sesungguhnya. Setelah itu, perlu digelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan dinas terkait serta pihak kontraktor,” ujar Halili, Senin (24/11/2025)
Halili menambahkan, proyek dengan nilai anggaran Rp4,9 miliar semestinya memiliki standar kualitas memadai dan mampu bertahan lama. Namun kenyataannya, lintasan tersebut sudah rusak sebelum genap satu bulan setelah penyelesaian pekerjaan.
“Kalau proyek baru selesai belum satu bulan sudah rusak, jelas kualitasnya tidak memenuhi syarat. Hasilnya sangat tidak memuaskan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan tersebut, mengingat proyek masih berada dalam masa pemeliharaan. Menurutnya, fasilitas publik seperti jogging track seharusnya dikerjakan dengan standar tinggi dan tidak asal-asalan.
“Kalau saya menjadi kepala dinas, kontraktor seperti ini tidak akan dipakai lagi. Sanksi harus tegas,” ujarnya.
Selain itu, Halili meminta audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran oleh lembaga pengawasan seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat.
“Dengan anggaran Rp4,9 miliar harus bisa diaudit total. Kita tunggu hasil pemeriksaannya,” pungkasnya.
Poniran | Adv









Comment