by

Ketua DPRD Balikpapan Minta Kontraktor Perbaiki dan Perketat Pengamanan Jogging Track Batakan

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Alqadri, angkat bicara terkait kerusakan pada lintasan jogging track di kawasan Stadion Batakan yang baru saja dibangun. Ia mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersangkutan untuk meminta penjelasan.

“Saya sudah telepon OPD. Katanya, saat proyek masih dikerjakan dan rubber flooring baru terpasang satu hari, lintasan itu sudah dipergunakan warga,” ujar Alwi, Senin (24/11/2025).

Menurut Alwi, area tersebut sebenarnya telah ditutup dan diberi tanda larangan melintas selama masa pengerjaan. Namun, ada warga yang tetap memaksa masuk untuk menggunakan fasilitas tersebut sehingga menyebabkan kerusakan.

“Karena mereka (kontraktor) belum dibayar seluruhnya atau proyek masih dalam tahap pemeliharaan, maka perbaikan tetap menjadi tanggung jawab kontraktor,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Alwi menekankan dua hal penting kepada kontraktor. Pertama, kualitas pekerjaan harus benar-benar diperbaiki. Kedua, setelah dilakukan perbaikan, kawasan jogging track perlu dipagari selama masa pemeliharaan agar tidak bisa diakses sembarangan.

“Kemarin sebenarnya sudah ditutup, bahkan sudah dipasang police line. Tapi masyarakat tetap membuka karena ingin cepat memanfaatkan lintasan,” kata Alwi.

Ia menyayangkan masih adanya warga yang mengabaikan larangan. Alwi mencontohkan pengalaman serupa saat dirinya menemukan pengecoran jalan yang baru sehari selesai namun sudah dilewati pengendara sehingga meninggalkan jejak roda dan merusak permukaan cor.

“Sama seperti jogging track ini. Pekerjaan belum selesai sepenuhnya, tapi sudah dilewati warga, dan akhirnya rusak sebelum waktunya diserahkan,” ujarnya.

Meski begitu, Alwi tidak ingin menyalahkan satu pihak. Ia menilai kondisi ini menjadi tanggung jawab bersama antara kontraktor dan masyarakat.

“Saya tidak menyalahkan masyarakat, juga tidak menyalahkan kontraktor. Tapi karena masih masa pemeliharaan, warga seharusnya mematuhi larangan agar tidak terjadi kerusakan. Kalau pun rusak, tetap menjadi tanggung jawab kontraktor. Itu sudah risiko,” pungkasnya.

DPRD berharap ke depan pengamanan area proyek dapat ditingkatkan dan masyarakat turut mendukung dengan tidak memasuki kawasan yang belum selesai dikerjakan.

Poniran | Adv

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed