by

Komisi III DPRD Balikpapan: Kerusakan Jogging Track Tetap Tanggung Jawab Kontraktor

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Komisi III DPRD Kota Balikpapan ikut memberikan tanggapan terkait rusaknya lintasan jogging track di kawasan Stadion Batakan, Balikpapan Timur.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, menilai masyarakat seharusnya berterima kasih karena kini Balikpapan Timur memiliki fasilitas olahraga baru yang representatif.

“Pertama, masyarakat Balikpapan mestinya bersyukur karena kini ada fasilitas olahraga di kawasan itu, khususnya bagi warga Balikpapan Timur dalam rangka mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,” kata Yusri, Senin (24/11/2025).

Terkait kerusakan jogging track, Yusri menegaskan bahwa kondisi tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyek masih berada dalam masa pemeliharaan. Ia memastikan bahwa setiap kerusakan akan tetap diperbaiki.

“Ini masih dalam pemeliharaan dan sebenarnya belum layak digunakan. Tapi karena masyarakat tidak sabar ingin memakai lintasan itu, akhirnya dipakai dan terjadi kerusakan,” jelasnya.

Yusri juga menambahkan bahwa pengerjaan rubber flooring dilakukan oleh pihak pabrikan, bukan kontraktor lokal, berdasarkan informasi yang ia terima. Meski demikian, ia menilai fasilitas olahraga tersebut sudah sangat baik dan tinggal membutuhkan pemeliharaan yang lebih optimal.

“Khususnya warga Balikpapan Timur, sekarang tidak perlu jauh-jauh ke Lapangan Merdeka, Dome, atau Grand City hanya untuk jogging. Cukup di Stadion Batakan,” ujarnya.

Menanggapi keluhan bahwa lintasan baru sebulan sudah rusak, Yusri sekali lagi menegaskan bahwa hal itu terjadi karena lintasan sudah digunakan sebelum seluruh proses selesai dan sebelum masa pemeliharaan berakhir.

“Masa pemeliharaan enam bulan. Kalau rusak dalam masa itu, kontraktor tetap bertanggung jawab. Kecuali sudah lewat satu tahun, baru lepas dari tanggung jawab mereka. Sama seperti gedung-gedung, selama setahun kalau ada kerusakan tetap diperbaiki,” paparnya.

Menutup pernyataannya, Yusri mengingatkan masyarakat bahwa tidak ada pekerjaan konstruksi yang benar-benar sempurna. “Kalau masih ada kerusakan, itu wajar. Tidak ada pekerjaan yang sempurna, kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT,” pungkasnya.

Poniran | Adv

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed