Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan di wilayah Kecamatan Balikpapan Timur, khususnya di Kelurahan Manggar.
Wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 50 ribu jiwa tersebut hingga kini belum memiliki sekolah tingkat lanjut atas yakni Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan, bahwa Komisi IV DPRD Kota Balikpapan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), bagaimana dunia pendidikan tersebut selalu merencanakan sarana prasarananya agar kenyamanan pada pendidikan ini juga terselaksana dengan baik.
“Di Balikpapan Timur, saat ini jumlah SD itu ada 22 sekolah, SMP ada 5 sekolah dan ada tambahan satu SMP tahun anggaran 2025 kemarin, jadi enam SMP Negeri di Balikpapan Timur, yakni SMPN 8, SMPN 23, SMPN 28, SMPN 19, dan SMPN 13 Balikpapan,” kata Gasali, Rabu (18/3/2026).
Namun, tambah Gasali, kalau secara kependudukan, dengan jumlah 6 SMPN tersebut tentunya masih dirasa sangat kurang. Balikpapan Timur, ujarnya, masih butuh tambahan lagi satu sekolah baru untuk tingkat SMP.
“Tapi yang paling utama, khususnya di wilayah Kecamatan Balikpapan Timur, yang saat ini sangat dibutuhkan itu adalah sekolah tingkat lanjutan atas yakni Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),” ungkap politikus Partai Golkar Balikpapan tersebut.
Karena di Balikpapan Timur, ujar Gasali, jumlah penduduknya saat ini sudah ada sekitar 80an ribu jiwa dengan jumlah rukun tetangga (RT) yang ada antara 200 hingga 300 RT. Di Balikpapan Timur ada empat kelurahan, namun baru ada 2 sekolah lanjutan tingkat atas yakni SMAN 7 dan SMKN 5 Balikpapan.
“Artinya itu sangat-sangat minim sekali dengan pemerataan sekolah di setiap wilayah di Kota Balikpapan, khususnya di Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur,” tandasnya.
“Kelurahan Manggar ini kan, kita ada kurang lebih 50-an ribu jiwa. Tapi jumlah sekolah tingkat lanjutan atasnya itu sama sekali belum ada. Padahal di Manggar tersebut jumlah RT nya ada sekitar 100-an RT,” imbuh Gasali.
Menurut Gasali, dalam memenuhi kebutuhan pendidikan tingkat SMA maupun SMK, memang ada wacana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, untuk mencari lahan di wilayah Balikpapan Timur. Mudah-mudahan di Manggar, untuk mengusulkan pembangunan sekolah baru.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah bisa ditentukan penloknya. Dan di tahun 2027 mendatang bisa diajukan pembangunannya. Semoga ini bisa berjalan dengan baik,” harap Gasali.
Poniran | Adv











Comment