by

Oleh-Oleh UMKM Balikpapan Ramai Diburu Wisatawan di Pasar Inpres Kebun Sayur

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Balikpapan, rasanya belum lengkap jika belum membawa pulang oleh-oleh khas daerah. Pasar Inpres Kebun Sayur, yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Balikpapan Barat, menjadi salah satu pusat buah tangan yang paling banyak dikunjungi.

Di pasar yang dikenal sebagai ikon Kota Balikpapan ini, wisatawan dapat menemukan beragam produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari suvenir hingga aneka makanan ringan. Salah satu toko yang menjadi tujuan para pembeli adalah Toko Arya Fadilah yang berada di Blok H-10, tepat di depan pintu masuk pasar.

Beragam produk UMKM dijajakan di toko tersebut, antara lain amplang ikan tenggiri, bandeng, pipih, kepiting, dan cumi. Selain itu tersedia pula kerupuk telur, stik kepiting, abon kepiting, serta crispy ikan Tarakan. Produk olahan lainnya seperti mantau oven original susu, sambal ikan roa, wedang dayak, minyak burung bubut, dan aneka camilan juga tersedia.

Basri, pemilik Toko Arya Fadilah, mengatakan bahwa seluruh produk amplang yang ia jual merupakan hasil olahan sendiri, sementara beberapa jenis kerupuk merupakan titipan dari warga sekitar.

“Amplang ini kami buat sendiri, mulai dari jenis ikan tenggiri sampai cumi. Kalau untuk kerupuk, kami hanya menerima titipan dari warga untuk dijualkan,” ujar Basri saat ditemui, Selasa (25/11/2025).

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp85 ribu per kemasan, tergantung ukuran. Untuk amplang kemasan kotak, harga dibedakan berdasarkan jumlah isinya: kotak kecil berisi 5 bungkus dijual Rp50 ribu, 10 bungkus Rp100 ribu, 15 bungkus Rp150 ribu, dan 25 bungkus Rp250 ribu.

Produk camilan lainnya juga dipatok dengan harga terjangkau. Stik kepiting dibanderol Rp25 ribu, kerupuk telur Rp25 ribu, abon kepiting Rp35 ribu, dan crispy ikan Tarakan Rp45 ribu. Sementara itu, mantau oven original susu dijual Rp35 ribu, sambal ikan roa Rp35 ribu, wedang dayak Rp40 ribu, dan minyak burung bubut Rp25 ribu.

Basri mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan sangat bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan, terutama saat ada kegiatan berskala nasional di Balikpapan.

“Daya beli masyarakat bisa meningkat kalau ada acara nasional dari pemerintah kota. Pengunjung biasanya lebih ramai dan penjualan ikut naik. Tapi kalau tidak ada acara, ya relatif saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, kunjungan ke wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) juga turut mendorong penjualan, terutama saat banyak wisatawan dari luar daerah datang berkunjung.

“Waktu kunjungan ke IKN masih ramai, penjualan kami cukup meningkat. Karena rata-rata pengunjung membeli untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Alhamdulillah saat itu omzet ikut naik,” tutupnya.

Fauzi | Nur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed