Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Open house lebaran digelar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Alwi Alqadri di rumah dinas Ketua DPRD di kawasan Gunung Pasir Jalan ARS Muhammad Balikpapan, pada Sabtu (21/3/2026).
Open house orang nomor satu di jajaran Wakil Rakyat Kota Minyak ini mendapat sambutan hangat masyarakat, khususnya warga sekitar dan awak media di Balikpapan. Warga silih berganti menemui Alwi Alqadri sekadar untuk bersilaturahmi.
Open house politikus Partai Golkar Balikpapan tersebut berlangsung sederhana. Tidak ada pengemasan perayaan Idulfitri secara berlebihan, hanya aneka makanan dan minuman tersaji di aula rumah dinas itu untuk disantap oleh tamu undangan yang datang bersilaturahmi, berjabat tangan dan saling bermaaf-maafan.
Alwi mengaku, pilihan konsep sederhana dalam perayaan Idulfitri tahun ini bukan tanpa alasan. Selain menyesuaikan kondisi saat ini, ia ingin mengedepankan esensi lebaran yang sesungguhnya, yakni mempererat silaturahmi tanpa harus berlebihan.
“Lebaran kali ini memang berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya. Tapi alhamdulillah lebaran kali ini kami masih bisa bersilaturahmi bersama kerabat. Mengingat situasi sekarang yang mesti berhemat, maka sengaja kami konsep halalbihalal ini dengan sederhana tanpa berlebihan,” kata Alwi Alqadri, ditemui wartawan di sela-sela kegiatan open house.
Menurut Alwi, hidangan Lebaran tetap tersaji, namun dalam porsi yang cukup. Baginya, yang terpenting bukanlah kemewahan sajian, melainkan kehangatan interaksi antar sesama yang tercipta dalam suasana tersebut.
“Momen Idulfitri merupakan waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat. Tradisi halalbihalal menjadi sarana efektif untuk saling membuka hati dan mempererat komunikasi,” pesan Alwi.
Ia berharap, nilai kebersamaan yang tercipta saat lebaran dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial sebagai bagian dari membangun masyarakat yang harmonis.
“Yang terpenting adalah kebersamaan dan keikhlasan dalam saling memaafkan. Kesederhanaan justru membuat silaturahmi terasa lebih dekat dan tulus,” tandasnya.
Alwi juga menyampaikan bahwa makna dari perayaan Idulfitri. Menurutnya, Idulfitri adalah hari raya kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan, yang dimaknai sebagai kembalinya manusia ke fitrah (kesucian) hati dan jiwa.
“Momen ini menandai berakhirnya puasa, ajang syukur, introspeksi diri, saling memaafkan, serta peningkatan ketaatan kepada Allah SWT setelah berhasil menaklukkan hawa nafsu,” ucap Alwi.
“Idulfitri adalah perwujudan rasa terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat keimanan dan kemampuan untuk menjalankan ibadah puasa serta qiyamul lail selama Ramadan,” tutupnya.
Poniran | Adv











Comment