Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp479,23 miliar. Dana tersebut dipastikan akan dimanfaatkan untuk mendukung program-program prioritas pada APBD Tahun 2026.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat menyampaikan nota penjelasan Wali Kota Balikpapan atas pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Balikpapan, Rabu (24/6/2026).
Bagus mengatakan, laporan keuangan Pemerintah Kota Balikpapan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Timur. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa proses penganggaran dan pertanggungjawaban APBD telah dilaksanakan sesuai ketentuan pengelolaan keuangan daerah.
“Laporan keuangan daerah kembali mendapat apresiasi dari BPK RI Perwakilan Kalimantan Timur dengan opini WTP. Ini menunjukkan bahwa penganggaran maupun pertanggungjawaban APBD yang dilakukan pemerintah kota bersama DPRD sudah sesuai dengan aturan keuangan daerah maupun nasional,” kata Bagus.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan anggaran tidak hanya diukur dari opini WTP, tetapi juga dari sejauh mana anggaran tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan rumah masih harus menjadi perhatian bersama, seperti penanganan banjir, pembangunan sekolah, serta peningkatan pelayanan air bersih.
“Yang paling penting adalah bagaimana anggaran ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah,” ujarnya.
Bagus menambahkan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan APBD agar program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan berbagai prestasi dan penghargaan di tingkat nasional.
Saat ini, Balikpapan masuk dalam lima besar nominasi kota dengan pembangunan terbaik bersama Surabaya, Pekalongan, Manado, dan Surakarta.
“Semoga ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbenah dan mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman, kondusif, dan berkeadilan bagi masyarakat,” katanya.
Terkait SiLPA sebesar Rp479,23 miliar, Bagus menjelaskan bahwa sebagian besar berasal dari efisiensi hasil tender dan sejumlah kegiatan yang belum dapat diselesaikan hingga akhir tahun anggaran.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan menunjukkan keterlambatan penggunaan anggaran, melainkan konsekuensi dari proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan yang tidak dapat diselesaikan menjelang penutupan tahun anggaran.
“SiLPA ini antara lain berasal dari selisih hasil tender serta kegiatan yang belum dapat dimaksimalkan pada akhir tahun anggaran. Dana tersebut akan langsung digunakan kembali dalam APBD Tahun 2026,” jelasnya.
Ia berharap seluruh proses pengadaan barang dan jasa maupun pekerjaan fisik dapat dimulai lebih awal pada tahun ini sehingga penyerapannya dapat lebih optimal.
“Kalau pekerjaan fisik maupun pengadaan barang dan jasa sudah dimulai sejak awal tahun, mudah-mudahan pada Juli 2026 sebagian besar sudah selesai sehingga pelaksanaannya bisa dituntaskan sebelum akhir tahun anggaran,” pungkasnya.
Poniran | Nur











Comment