Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Ancaman super El Nino, yakni pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang ekstrem, melebihi 2,5°C, yang diprediksi melanda Indonesia pada April-Oktober 2026, diperkirakan akan berdampak pada kemarau sangat panjang, suhu udara panas ekstrem, kekeringan, dan lonjakan risiko kebakaran hutan (karhutla).
Kondisi ini, mendapat perhatian dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah mengingatkan masyarakat di Balikpapan untuk mewaspadai ancaman fenomena El Nino.
Masyarakat diminta mulai memanfaatkan air hujan sebagai alternatif sumber air bersih di tengah ancaman fenomena El Nino yang berpotensi mengurangi pasokan air baku.
“Pemanfaatan air hujan dapat menjadi solusi sederhana namun efektif untuk membantu memenuhi kebutuhan air rumah tangga, khususnya saat terjadi gangguan distribusi atau penurunan debit air, yang diduga dampak dari fenomena El Nino tersebut,” kata Fauzi Adi Firmansyah, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai bentuk antisipasi dini, mengingat fenomena El Nino dapat berdampak pada berkurangnya curah hujan yang berujung pada keterbatasan pasokan air bersih.
Selain mendorong masyarakat, tambah Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara tersebut, DPRD juga mengingatkan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) agar tetap memaksimalkan pelayanan air bersih kepada pelanggan.
Ia menegaskan, PTMB atau yang biasa disebut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan tersebut, harus tetap berupaya menjaga distribusi air agar tidak terganggu, termasuk dengan melakukan langkah-langkah teknis seperti penambahan jaringan atau optimalisasi pipa induk jika diperlukan.
“Pelayanan harus tetap maksimal. Kalau memungkinkan ada penambahan sambungan atau jaringan, itu harus dilakukan,” ucap Adi.
Ia juga meminta PTMB untuk responsif terhadap setiap keluhan masyarakat, terutama terkait kualitas dan ketersediaan air bersih selama periode El Nino yang diprediksi terjadi pada April hingga Oktober 2026.
Di sisi lain, Adi juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi kondisi ini. Ia menilai, dengan kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat, dampak El Nino terhadap ketersediaan air bersih dapat diminimalkan.
“Yang penting masyarakat tidak panik. Kita hadapi bersama, sambil mencari solusi seperti memanfaatkan air hujan,” kata Politikus Partai Golkar Balikpapan tersebut.
DPRD Balikpapan juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan air secara bijak, termasuk penggunaan air secara hemat dan penyimpanan cadangan air di rumah.
Fauzi berharap media massa turut berperan dalam menyampaikan informasi ini secara luas agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi krisis air akibat El Nino.
“Kami berharap media bisa membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar lebih siap dan tidak berlebihan dalam menyikapi kondisi ini,” tutup Adi.
Poniran | Adv











Comment