by

Diduga Buang Limbah di Pemukiman Hingga Sebabkan Sesak Nafas, Warga Protes Pertamina

-Nasional-1,289 views

Kabargupas.com, BALIKPAPAN-
Warga RT 09 Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat ramai-ramai melakukan protes atas pembuangan tanah yang diduga limbah dari proyek kilang Pertamina Balikpapan.

Pasalnya, limbah berupa tanah uruk yang dibuang di lingkungan pemukiman warga tersebut menimbulkan bau menyengat seperti bau minyak dan bau bahan kimia lainnya. Akibatnya, warga di lingkungan sekitar mengalami sesak nafas, pusing dan mual muntah.

Warga RT 09 Baru Ulu Said mengatakan, dirinya bersama istri dan keluarga merasakan pusing dan mual akibat bau menyengat seperti minyak tanah dan bahan kimia dari tumpukan tanah uruk yang dibuang di areal parkir gudang 10 RT 09 Baru Ulu di samping rumahnya.

“Awalnya tidak ada reaksi ketika aktivitas pembuangan tanah uruk di lokasi tersebut. Tetapi, saat siang hari dikala matahari terik, bau menyengat seperti bau minyak dan bahan kimia menyeruak ke rumah warga yang ada di sekitar, termasuk ke rumah saya hingga menyebabkan pusing dan mual. Bahkan, istri saya sesak nafas dan muntah-muntah karena bau kimianya sangat menyengat,” kata Said saat ditemui media ini, Rabu (10/03/2021) malam tadi.

Menurut Said, limbah tanah uruk yang menimbulkan bau menyengat seperti bau minyak dan bahan kimia ini diduga dari kilang Pertamina Balikpapan. Hal itu diketahui setelah warga menanyakan ke sopir truk yang mengangkut tanah uruk tersebut.

“Awalnya kami tidak tahu asal tanah uruk berbau menyengat tersebut. Tapi setelah warga mendatangi lokasi dan menanyakan ke sopir truk pengangkut tanah uruk tersebut, dia membenarkan. Maka kami, warga RT 09 Baru Ulu minta tanah uruk sudah terlanjur dibuang tersebut diangkut kembali,” tandasnya.

Bau menyengat dari tanah uruk yang diduga dari kilang Pertamina Balikpapan ini juga dibenarkan oleh Ketua RT 09 Baru Ulu, Sarkawi Mawi. Menurut Sarkawi, bau menyengat seperti bau bahan kimia terjadi setelah ada aktivitas pembuangan tanah di area parkir gudang 10 Jalan Letjen Suprapto Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat.

“Iya mas, bau bahan kimianya sangat menyengat sekali sampai warga kesulitan bernafas. Keluhan warga ada yang pusing, mual-mual dan muntah,” kata Sarkawi didampingi Ketua LPM Baru Ulu H. Baharuddin Daeng Lalla.

Menurut Sarkawi, kejadian seperti ini bukan kali ini saja. Sebelumnya juga pernah terjadi pembuangan di RT 09 tapi lokasinya berbeda. Warga sempat ribut namun cepat ditutupi dengan tanah lain hingga bau menyengat tersebut tidak berdampak pada warga.

“Kami kecewa dan protes atas pembuangan tanah urug yang diduga limbah dari kilang Pertamina Balikpapan. Jika limbah tidak segera diangkut lagi atau dipindahkan, warga akan menuntut,” tambahnya.

Pembuangan tanah uruk bercampur bahan kimia yang diduga dari kilang Pertamina Balikpapan ini mendapat perhatian dari unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan Balikpapan Barat. Sejumlah pejabat seperti Camat Balikpapan Barat, Lurah Baru Ulu, aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas Baru Ulu pada pukul 19.00 Wita melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan laporan warga RT 09.

Saat tiba di lokasi, mareka juga mengeluh karena bau menyengat dari tumpukan tanah uruk diduga limbah Kilang Balikpapan tersebut sangat tajam hingga menyebabkan sesak nafas.

Sementara itu, Humas RDMP Balikpapan Baby Shahputri mengatakan, setelah mendapat informasi tentang permasalahan tersebut, dirinya langsung berkoordinasi di lapangan karena pihaknya memang belum tahu dan belum dapat informasi.

“Tapi yang pasti, yang bisa saya sampaikan adalah kalau itu limbah itu tidak akan pernah dibuang sembarangan, gitu. Karena kan kita ngikut di prosedur dipembuangan limbah yang sudah diatur,” kata Baby Shahputri saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, malam tadi.

Tapi, tambah Baby Shahputri, satu dan lain hal, mungkin bisa terjadi di lapangan yang kita belum tahu ini. Sekarang ini, pihaknya lagi mencari informasi, tapi sejauh ini, itu mungkin memang tanah galian tapi bukan limbah.

“Kami lagi mencari informasi, tapi sejauh ini, itu mungkin memang tanah galian tapi bukan limbah,” tandasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed