Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kota Balikpapan menyampaikan klarifikasi terkait kerusakan pada lintasan jogging track di kawasan Stadion Batakan, khususnya pada bagian rubber flooring yang terlihat rusak meski proyek masih berada dalam masa tanggung jawab kontraktor.
Proyek jogging track senilai Rp4,9 miliar tersebut dikerjakan oleh CV Utama Jaya Karya dengan masa pelaksanaan kontrak dari Mei hingga Oktober 2025.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian DPPR Balikpapan, Budhi Setya Wirastama, menjelaskan bahwa serah terima tahap pertama telah dilakukan pada Oktober, dan saat ini pekerjaan masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan.
“Item paling banyak pada proyek ini adalah rubber flooring. Karena masih masa pemeliharaan, kerusakan yang ada tetap menjadi tanggung jawab kontraktor,” ujar Budhi, Senin (24/11/2025).
Budhi menuturkan, pembangunan rubber flooring di Stadion Batakan merupakan yang pertama kali diterapkan untuk area outdoor di Balikpapan. Hal ini mendukung keinginan Wali Kota Balikpapan untuk menghadirkan kawasan olahraga terpadu di Balikpapan Timur sehingga aktivitas jogging tidak lagi terpusat di satu lokasi seperti Melawai atau Grand City.
Namun, di lapangan ditemukan sejumlah kerusakan pada lintasan tersebut. Sebelumnya, elemen kanstin di kawasan itu sempat rusak akibat tertabrak truk. Terbaru, kerusakan pada rubber flooring diduga disebabkan oleh cakaran hewan.
“Saat saya ke lokasi, terlihat kerusakan pada rubber flooring, terutama di bagian warna gelap. Bentuk kerusakannya seperti akibat cakaran anjing atau kucing. Saya bahkan sempat melihat seekor kucing di area itu, dan staf saya juga melaporkan adanya beberapa anjing,” jelasnya.
Budhi memastikan kerusakan tersebut bukan akibat aktivitas manusia. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihak kontraktor tetap berkewajiban memperbaiki karena proyek masih dalam masa pemeliharaan.
“Terkait pengawasan proyek, DPPR bekerja sama dengan Inspektorat yang melakukan pendampingan melalui proditi audit sejak awal pelaksanaan. Proyek ini juga masuk dalam program strategis Wali Kota Balikpapan dan menjadi bagian dari Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK sehingga prosesnya diawasi secara ketat,” tandasnya.
Budhi turut menyampaikan bahwa papan informasi proyek telah dipasang selama pelaksanaan pekerjaan. Namun papan tersebut kini sudah tidak ada karena pekerjaan telah selesai.
DPPR berharap masyarakat dapat memahami kondisi di lapangan dan memastikan bahwa setiap kerusakan akan ditangani sesuai prosedur, terutama selama masa pemeliharaan masih berlangsung.
Poniran | Nur










Comment