Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mencatat produksi air bersih sepanjang 2025 mencapai 46,6 juta meter kubik dengan cakupan layanan stabil di angka 79,32 persen.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menyampaikan capaian tersebut dalam jumpa pers di Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (3/3/2026), didampingi jajaran direksi.
“Produksi air dalam periode 2025 menunjukkan tren peningkatan dengan total capaian 46,6 juta meter kubik dan cakupan layanan stabil di angka 79,32 persen,” ujarnya.
Meski demikian, Yudhi menegaskan bahwa stabilitas layanan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami tekanan air rendah atau suplai belum optimal. Karena itu, PTMB menetapkan 2026 sebagai fase akselerasi peningkatan layanan.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penguatan sumber air baku melalui optimalisasi Waduk Manggar untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, PTMB juga menyiapkan eksplorasi sumur dalam sebagai cadangan strategis, khususnya di wilayah timur dan utara kota.
Upaya ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan pasokan saat musim kemarau serta mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring pertumbuhan kota.
Di sektor distribusi, PTMB memprioritaskan pengurangan kehilangan air melalui program “Perang Melawan Kebocoran”. Perusahaan menargetkan penurunan angka Non-Revenue Water (NRW) hingga 28,48 persen, disertai penggantian lebih dari 32.500 meter pelanggan.
Menurut Yudhi, pengurangan kebocoran menjadi langkah rasional yang berdampak langsung terhadap peningkatan suplai efektif kepada pelanggan tanpa harus selalu membangun instalasi baru.
Selain pembenahan infrastruktur, PTMB juga memperluas akses layanan melalui penambahan sambungan rumah baru yang difokuskan pada wilayah prioritas dan masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerataan akses air bersih.
Transformasi juga dilakukan melalui penguatan sistem manajemen dan pelayanan berbasis digital. PTMB mengembangkan sistem terintegrasi dengan satu sumber data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Digitalisasi pelaporan pelanggan ditargetkan mempercepat respons terhadap keluhan dan gangguan layanan. “Kami ingin perubahan ini dirasakan secara nyata, mulai dari tekanan air yang lebih stabil hingga respons layanan yang lebih cepat dan transparan,” tutup Yudhi.
Poniran | Nur










Comment