by

Reses Mieke Henny, Air Bersih dan Banjir Masih Jadi Keluhan Warga RT 48 Sepinggan Baru

Kabargupascom, BALIKPAPAN – Persoalan layanan air bersih dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau PDAM Balikpapan, serta masalah banjir masih menjadi keluhan utama warga, khususnya di RT 48 Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan.

Keluhan tersebut disampaikan warga saat kegiatan reses masa sidang III tahun 2025 anggota DPRD Balikpapan dari Partai Demokrat, Mieke Henny, yang berlangsung di kediaman Ketua RT 48, Karnadi, pada Jumat (29/8/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim, Lurah Sepinggan Baru Sarbin, perwakilan PDAM Balikpapan, serta ratusan warga.

Mieke Henny, yang juga anggota Komisi II DPRD Balikpapan, mengungkapkan bahwa persoalan utama yang dihadapi warga RT 48 adalah belum tersedianya sambungan air bersih dari PDAM bagi 123 kepala keluarga. Pengajuan sambungan air tersebut telah dilakukan sejak lima tahun lalu, bahkan saat masih dalam program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Namun karena saat itu pipa induk belum tersedia dan terjadi pergantian pejabat di lingkungan PDAM, pengajuan tersebut akhirnya tersendat,” jelas Mieke.

Ia berkomitmen akan mengulang kembali proses pengajuan tersebut dan meminta warga untuk memperbarui data registrasi. “Sebanyak 123 permohonan sambungan air ini akan kami perjuangkan agar menjadi prioritas PDAM, apalagi lokasi pemukiman tidak jauh dari jalan utama,” tegasnya.

Selain persoalan air bersih, banjir juga menjadi perhatian utama warga. Mieke menjelaskan bahwa saat ini terdapat 800 titik rawan banjir di Balikpapan yang tengah dalam proses penanganan, termasuk melalui normalisasi sungai dan perbaikan saluran air.

“Penanganan banjir memang membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan. Namun saya yakin, dengan visi misi Wali Kota saat ini, penanganan banjir bisa terealisasi. Saya siap mengawal dan memperjuangkannya,” ujarnya.

Ketua RT 48 Sepinggan Baru, Karnadi, membenarkan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendesak warga. Menurutnya, selama lima tahun warga hanya mengandalkan pasokan air dari instalasi WTP.

“Sampai sekarang belum juga terealisasi karena belum ada pipa induk. Total ada 123 warga yang mengajukan,” kata Karnadi.

Ia juga menyoroti permasalahan banjir yang kerap terjadi di wilayahnya. Air hujan dari kawasan Sepinggan Pratama mengalir ke Regency, namun saluran di area tersebut diduga tidak mampu menampung debit air yang tinggi.

“Kita sudah laporkan dan dokumentasikan ke pihak kelurahan dan instansi terkait. Kami berharap segera ada solusi,” imbuhnya.

Sementara itu, warga RT 48 lainnya, Kukuh Wardhana, menyampaikan keluhan mengenai status tanah tempat tinggalnya yang belum jelas.

“Proses pengurusan sertifikat di BPN selalu terkendala karena ada dugaan tumpang tindih kepemilikan. Tanah yang kami tempati diklaim juga dimiliki pihak lain,” keluh Kukuh.

Reses tersebut menjadi wadah aspirasi warga, sekaligus pengingat bahwa persoalan dasar seperti air bersih, banjir, dan kejelasan status tanah masih menjadi tantangan serius di wilayah Balikpapan Selatan.

Poniran | Nur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed