Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau para pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 segera mendaftarkan hasil inovasinya untuk memperoleh hak paten. Langkah tersebut dinilai penting guna melindungi karya inovatif agar tidak diklaim atau dimanfaatkan pihak lain tanpa izin.
Imbauan tersebut disampaikan Rahmad Mas’ud usai menghadiri penyerahan hadiah kepada para pemenang Krenova 2026 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan di Auditorium Kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (20/5/2026).
Rahmad mengapresiasi seluruh peserta dan pemenang yang telah menghasilkan berbagai produk inovatif yang dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Beberapa di antaranya berupa bracket, pupuk, sampo herbal, hingga produk inovasi lainnya yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para inovator. Inovasi yang mereka bangun luar biasa dan perlu didukung. Karena itu saya mengimbau agar produk-produk inovasi tersebut segera didaftarkan untuk mendapatkan hak paten sehingga menjadi hak kepemilikan mereka,” ujar Rahmad.
Menurutnya, perlindungan hak paten sangat penting agar hasil karya yang telah diciptakan tidak diambil atau diakui pihak lain.
“Sayang kalau nanti diambil orang lain. Mereka yang menciptakan, tetapi haknya justru dimiliki pihak lain karena tidak didaftarkan,” katanya.
Rahmad menegaskan Pemkot Balikpapan melalui dinas terkait siap memberikan pendampingan dalam proses pendaftaran hak paten. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada inovator dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga pelajar yang menghasilkan karya inovatif.
“Nanti akan diberikan pendampingan. Misalnya untuk produk sampo hasil inovasi pelajar, ke depan bisa dimanfaatkan di lingkungan sekolah melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Selain itu, Rahmad juga menyoroti inovasi paving block ramah lingkungan berbahan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan. Menurutnya, produk tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai proyek pembangunan.
“Ke depan bisa dijalin kerja sama dengan para kontraktor yang menggunakan paving block sehingga produk tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih luas,” ujarnya.
Rahmad berharap berbagai inovasi yang lahir melalui Krenova tidak hanya menjadi karya kreatif semata, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha dan pemanfaatan produk secara berkelanjutan.
“Banyak inovasi yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan perputaran usaha yang baik bagi warga Kota Balikpapan,” tuturnya.
Dalam ajang Krenova 2026, panitia menetapkan pemenang dari lima kategori, yakni pelajar SMA/SMK, mahasiswa perguruan tinggi, dosen atau akademisi, masyarakat umum, dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peluncuran program konservasi energi dan air pada bangunan gedung di Kota Balikpapan. Berbagai hasil kreativitas peserta turut dipamerkan, mulai dari produk sampo herbal, teknologi penyaring air, hingga inovasi berbasis lingkungan dan kesehatan.
Melalui Krenova, Pemkot Balikpapan berharap semangat inovasi dan kreativitas masyarakat terus tumbuh serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (*/zi/Adv Diskominfo Balikpapan)










Comment